Selasa, 31 Maret 2009
gak jadi firing
karena nilai eksentricity bearing turbin masih hunting maka untuk itu rencana untuk firing hari ini di batalkan tapi masih menunggu kesepakatan lagi sih jadi masih di rapatkan lagi gak tau deh keptusan selanjutnya yang pasti malem ini bisa tidur nyeyak semua anggota shift juga bisa tidur enak tuh keliatan dari wajah-wajah yang beseri-seri bangun tidur seger tadinya dah pada ngebayangin cape, kumel dekil bau n pegel-pegel hehehehe
Minggu, 29 Maret 2009
PLTU Ombilin
PLTU Ombilin dengan kapasitas daya terpasang maksimum 2 x 100 MW merupakan salah satu pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar utama berupa batubara, batubara dari coal yard di kirim dengan menggunakan conveyor menuju coal feeder dan kemudian masuk kedalam Mill Pulverizer untuk dihaluskan, kemudian batubara yang telah halus dihembuskan oleh sistem primary air dimana udara primary berasal dari luar di hisap oleh fan, sebelum digunakan untuk menghembuskan batubara halus dalam mill, udara primary dipanaskan dengan memanfaatkan panas gas buang hasil pembakaan boiler yang melewati air heater tubular, tujuan pemanasan udara primary ini adalah agar batubara hasil penggilingan mill bebas dari kandungan air, karena kandungan air pada batubara akan menurunkan nilai efficiency pembakaran di boiler.
Selain udara untuk menghembuskan batubara, pada PLTU dipasang fan untuk udara pembakaran pada PLTU ombilin disebut dengan sistem FCA, dimana udara dari luar dihisap kemudian dipanaskan didalam air heater tubular yang panasnya berasal dari hasil pembakaran, setelah udara dari FCA keluar air heater akan menjadi panas, dan udara tersebut dialirkan ke wind box dan digunakan dalam proses pembakaran dengan prosentase perbandingan udara adalah 20 % dari FCA dan 80 % dari primary. Kemudian setelah terjadi pembakaran maka udara gas buang dihisap oleh sistem FTA.
Sistem FTA berfungsi untuk menghisap abu terbang hasil pembakaran dan menjaga tekanan boiler pada – 10 mmWg, kemudian setelah dihisap oleh FTA Pada boiler yang mengunakan bahan bakar batubara selain gas yang dihasilkan dari hasil pembakaran, juga dihasilkan limbah sisa pembakaran berupa abu, dimana terdapat dua jenis abu yang dapat dihasilkan yaitu jenis abu terbang (fly ash) dan jenis abu berat (bottom ash), abu terbang merupakan sisa pembakaran batubara yang terbakar menjadi abu, gas hasil pembakaran boiler sebelum dibuang ke lingkungan melalui cerobong terlebih dahulu di tangkap oleh electrostatic precipitator (EP) yang berfungsi menyerap 99,5 % abu terbang dengan sistem electrode dan 0,5 % sisanya dibuang mealui cerobong.
Batubara adalah istilah umum yang meliputi sejumlah besar bahan galian organik yang sifat-sifat komposisinya sangat beragam.
Batubara diklasifikasikan dari yang tertinggi yaitu :
1. Antrasit, adalah batubara yang kualitas paling tinggi mengandung 86-98 % masa karbon tetap.
2. Bitumin, adalah kelompok yang terbesar mengandung kelas batubara yang cukup luas yaiu 46 – 86 % masa karbon tetap. Nilai kalornya berkisar 11.000 – 14.000 Btu/Lbm.
3. Subbitumin, kelompok batubara yang nilai kalornya lebih rendah dari bitumen yaitu 8.300 – 11.500 Btu/Lbm.
4. Lignit, adalah batubara beraulitas rendah. Nilai kalornya berisar 6.300 – 8.300 Btu/Lbm.
Batubara sebelum menuju boiler harus terlebih dahulu dihaluskan agar mudah terbakar, ukuran serbuk batubara harus disesuaikan, perlu diketahui bahwa bubuk batubara yang terlalu halus dapat memboroskan energi penggilan, dan batubara yang terlalu kasar tidak dapat terbakar sempurna, menurut petunjuk manual pengoperasian boiler, ukuran ideal untuk bubuk batubara adalah sekitar 200-300 Mesh.
Abu dari economizer hopper melewati EP menuju collector lalu diangkut oleh truck pembawa abu untuk dibuang, pada abu berat batubara yang tidak menjadi abu jatuh ke bottom ash hopper menuju ke submerged screper conveyor (SSC) sampai ke vibrating feeder kemudian diangkut dengan conveyor ke silo dan jatuh ditampung ke dalam truck pengangkut untuk dibuang.
Selain udara untuk menghembuskan batubara, pada PLTU dipasang fan untuk udara pembakaran pada PLTU ombilin disebut dengan sistem FCA, dimana udara dari luar dihisap kemudian dipanaskan didalam air heater tubular yang panasnya berasal dari hasil pembakaran, setelah udara dari FCA keluar air heater akan menjadi panas, dan udara tersebut dialirkan ke wind box dan digunakan dalam proses pembakaran dengan prosentase perbandingan udara adalah 20 % dari FCA dan 80 % dari primary. Kemudian setelah terjadi pembakaran maka udara gas buang dihisap oleh sistem FTA.
Sistem FTA berfungsi untuk menghisap abu terbang hasil pembakaran dan menjaga tekanan boiler pada – 10 mmWg, kemudian setelah dihisap oleh FTA Pada boiler yang mengunakan bahan bakar batubara selain gas yang dihasilkan dari hasil pembakaran, juga dihasilkan limbah sisa pembakaran berupa abu, dimana terdapat dua jenis abu yang dapat dihasilkan yaitu jenis abu terbang (fly ash) dan jenis abu berat (bottom ash), abu terbang merupakan sisa pembakaran batubara yang terbakar menjadi abu, gas hasil pembakaran boiler sebelum dibuang ke lingkungan melalui cerobong terlebih dahulu di tangkap oleh electrostatic precipitator (EP) yang berfungsi menyerap 99,5 % abu terbang dengan sistem electrode dan 0,5 % sisanya dibuang mealui cerobong.
Batubara adalah istilah umum yang meliputi sejumlah besar bahan galian organik yang sifat-sifat komposisinya sangat beragam.
Batubara diklasifikasikan dari yang tertinggi yaitu :
1. Antrasit, adalah batubara yang kualitas paling tinggi mengandung 86-98 % masa karbon tetap.
2. Bitumin, adalah kelompok yang terbesar mengandung kelas batubara yang cukup luas yaiu 46 – 86 % masa karbon tetap. Nilai kalornya berkisar 11.000 – 14.000 Btu/Lbm.
3. Subbitumin, kelompok batubara yang nilai kalornya lebih rendah dari bitumen yaitu 8.300 – 11.500 Btu/Lbm.
4. Lignit, adalah batubara beraulitas rendah. Nilai kalornya berisar 6.300 – 8.300 Btu/Lbm.
Batubara sebelum menuju boiler harus terlebih dahulu dihaluskan agar mudah terbakar, ukuran serbuk batubara harus disesuaikan, perlu diketahui bahwa bubuk batubara yang terlalu halus dapat memboroskan energi penggilan, dan batubara yang terlalu kasar tidak dapat terbakar sempurna, menurut petunjuk manual pengoperasian boiler, ukuran ideal untuk bubuk batubara adalah sekitar 200-300 Mesh.
Abu dari economizer hopper melewati EP menuju collector lalu diangkut oleh truck pembawa abu untuk dibuang, pada abu berat batubara yang tidak menjadi abu jatuh ke bottom ash hopper menuju ke submerged screper conveyor (SSC) sampai ke vibrating feeder kemudian diangkut dengan conveyor ke silo dan jatuh ditampung ke dalam truck pengangkut untuk dibuang.
Persiapan Firing Unit 1 PLTU Ombilin
Rencanya tanggal 31 maret or 1 april akan diadakan firing unit 1 yang telah lama di overhole turbin dann generator sedang dalam pengerjaan untuk di kopel dan di rencanakan akan di adakan firing mengingat kebutuhan pasokan listrik untuk daerah sumatra bagian barat yang membutuhkan daya, sementara persiapan untuk operator shift B sedang di rancang
Langganan:
Komentar (Atom)

