Sabtu, 04 April 2009
Risalah Inhouse Training 5
Jumat, 03 April 2009
Anggota

Nama asli Khabib Khadromi biasa di panggil (KK) mungkin karena inisial namanya atau pengen jadi pemain sepak bola KaKa?ya gak tau deh yang pasti dia nih orangnya pendiem tapi pendiem cool pa mang gak suka ngoceh, dia ni SPVnya shift B kalo lagi maen maen bareng kita sih asik asik aja gak ada masalah, aslinya sih dari jogja masuk shift B 2 taon yang lalu dulu dia dari shift D dipindahin ke shift B hobinya olah raga semua olah raga di cobain ma dia dari bulu tangkis, tenis, sepakbola, renang juga di lakonin ma dia.
Subhan Jauhari
Nama asli subhan jauhari asalnya wongkito galoh alias Palembang biasa di panggil subhan obsesinya sih pengen banget mirip ma nikolasaputra kadang gw ledekin aja niko ketabrak truk hehehe, hobinya olehraga semua olahraga di cicip ma dia dari bulu tangkis tenis pe sepakbola, di shift B posisinya di boiler local sebelumnya gw juga gak tau dimana posisinya,dia baru 2 tahunan deh kayanya di shift B….

Nama asli novriadi dipanggilnya nov posisi di turbin desk sebelumnya di WTP aslinya dari Palembang dia angkatan di bawah gw beda 6 bulanan deh ma gw, dia juga suka olahraga badminton gw gak begitu tau banget sih tentang dia nanti biar orangnya langsung yang jelasin siapa dia sebenarnya okeh.



Selasa, 31 Maret 2009
gak jadi firing
Minggu, 29 Maret 2009
PLTU Ombilin
Selain udara untuk menghembuskan batubara, pada PLTU dipasang fan untuk udara pembakaran pada PLTU ombilin disebut dengan sistem FCA, dimana udara dari luar dihisap kemudian dipanaskan didalam air heater tubular yang panasnya berasal dari hasil pembakaran, setelah udara dari FCA keluar air heater akan menjadi panas, dan udara tersebut dialirkan ke wind box dan digunakan dalam proses pembakaran dengan prosentase perbandingan udara adalah 20 % dari FCA dan 80 % dari primary. Kemudian setelah terjadi pembakaran maka udara gas buang dihisap oleh sistem FTA.
Sistem FTA berfungsi untuk menghisap abu terbang hasil pembakaran dan menjaga tekanan boiler pada – 10 mmWg, kemudian setelah dihisap oleh FTA Pada boiler yang mengunakan bahan bakar batubara selain gas yang dihasilkan dari hasil pembakaran, juga dihasilkan limbah sisa pembakaran berupa abu, dimana terdapat dua jenis abu yang dapat dihasilkan yaitu jenis abu terbang (fly ash) dan jenis abu berat (bottom ash), abu terbang merupakan sisa pembakaran batubara yang terbakar menjadi abu, gas hasil pembakaran boiler sebelum dibuang ke lingkungan melalui cerobong terlebih dahulu di tangkap oleh electrostatic precipitator (EP) yang berfungsi menyerap 99,5 % abu terbang dengan sistem electrode dan 0,5 % sisanya dibuang mealui cerobong.
Batubara adalah istilah umum yang meliputi sejumlah besar bahan galian organik yang sifat-sifat komposisinya sangat beragam.
Batubara diklasifikasikan dari yang tertinggi yaitu :
1. Antrasit, adalah batubara yang kualitas paling tinggi mengandung 86-98 % masa karbon tetap.
2. Bitumin, adalah kelompok yang terbesar mengandung kelas batubara yang cukup luas yaiu 46 – 86 % masa karbon tetap. Nilai kalornya berkisar 11.000 – 14.000 Btu/Lbm.
3. Subbitumin, kelompok batubara yang nilai kalornya lebih rendah dari bitumen yaitu 8.300 – 11.500 Btu/Lbm.
4. Lignit, adalah batubara beraulitas rendah. Nilai kalornya berisar 6.300 – 8.300 Btu/Lbm.
Batubara sebelum menuju boiler harus terlebih dahulu dihaluskan agar mudah terbakar, ukuran serbuk batubara harus disesuaikan, perlu diketahui bahwa bubuk batubara yang terlalu halus dapat memboroskan energi penggilan, dan batubara yang terlalu kasar tidak dapat terbakar sempurna, menurut petunjuk manual pengoperasian boiler, ukuran ideal untuk bubuk batubara adalah sekitar 200-300 Mesh.
Abu dari economizer hopper melewati EP menuju collector lalu diangkut oleh truck pembawa abu untuk dibuang, pada abu berat batubara yang tidak menjadi abu jatuh ke bottom ash hopper menuju ke submerged screper conveyor (SSC) sampai ke vibrating feeder kemudian diangkut dengan conveyor ke silo dan jatuh ditampung ke dalam truck pengangkut untuk dibuang.


